2 Komentar

Apresiasi Seni Rupa



Jadi begini beberapa saat lalu saya disibukkan oleh beberapa tugas yang perlu kratifitas yang tinggi yaitu tugas karya seni. Dalam proses pembelajarannya guru kami yang tidak mau disangkutpautkan memberikan berbagai pengarahan dalam membuat karya seni terutama seni rupa. Singkat cerita masuklah kami pada tugas akhir dari pembelajaran ini yaitu mengapresiasi karya seni. Bagi orang yang sudah paham betul tentang apresiasi karya seni, tentu mudah dalam mengerjakan, tetapi bagi yang belum akan kesulitan dalam mengerjakan ini. Oleh karena itu dalam blog ini saya akan memberikan sedikit mengenai apresiasi seni rupa yang pernah saya torehkan pada ujian akhir tersebut.


Pengertian dari apresiasi seni menurut http://hebinooto.blogspot.com/2011/11/pengertian-apresiasi-karya-seni-rupa.html adalah sebagai berikut :

Apresiasi

Apresiasi adalah suatu proses melihat, mendengar, menghayati, menilai, menjiwai dan membandiangkan atau menghargai suatu karya seni.

Karya

Karya adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh manusia dan membuahkan hasil.

Seni

Seni adalah suatu strategi yang digunakan oleh seseorang dengan cara mengimajinasikan inspirasinya menjadi nyata supaya terlihat indah dan menarik.

Rupa

Rupa adalah wujud, bidang, garis, gelap terang / value, warna pada suatu karya

Apresiasi Karya Seni Rupa

Jadi ‘ Apresiasi Karya Seni Rupa ’ adalah suatu cara / proses melihat, mendengar, menghayati dan membandingkan suatu karya seni untuk dinilai / dinikmati dari segi keindahanya.

Berikut saya akan memberikan sedikit contoh dari apresiasi yang pernah saya lakukan. Saya tidak melampirkan gambar tapi setidaknya benilah gambarannya


Karya seni adalah suatu hasil yang diciptakan oleh seseorang yang mempunyai unsur keindahan sehingga dapat dinikmati oleh orang lain. Keindahan yang dapat diberikan oleh suatu karya dapat diambil dari berbagai aspek yang terdapat dalam karya seni itu sesuai dengan penikmatnya. Salah satunya lukisan, lukisan dapat dinikmati dari berbagai macam aspek sesuai penikmatnya karena lebih menunjukan subjektifitas dari pada objektifitas.

Tema yang menjadi dasar pokok dari lukisan “Tangan Tangan Dunia” adalah global warming yang marak setelah adanya revolusi industri. Revolusi Industri dimulai pada akhir abad ke-18, dimana terjadinya peralihan dalam penggunaan tenaga kerja di Inggris yang sebelumnya menggunakan tenaga hewan dan manusia, yang kemudian digantikan oleh penggunaan mesin yang berbasis menufaktur. Sehingga muncul mesin mesin yang menyebabkan panas di bumi ini bertambah. Selain itu menyebabkan manusia tidak lagi memanfaatkan aspek agraris sehingga berkurangnya perhatian pada alam. Selain global warming tema yang menjadi dasar pokok dari lukisan ini adalah pengaruh umat manusia terhadap alam. Tema ini terinspirasi dari Al Qur’an surat Ar-Rum 41 yang menjelaskan tampaknya kerusakan di muka bumi karena perbuatan yang telah dilakukan oleh tangan manusia.

Pohon yang tidak memiliki daun menggambarkan bahwa meskipun suatu pohon tidak memiliki daun sejatinya pohon tetaplah pohon. Ada daun atau tidak tidak mengubah kenyataan bahwa itu pohon. Pohon berbentuk apapun pasti memiliki manfaat yang menguntungkan, apakah manfaat itu tampak oleh yang lain, pohon tidak akan berpikiran demikian karena dia hanya memberi yang bisa dilakukan oleh makhluk ciptaan Sang Pencipta.

Warna tanah tempat pohon hidup berwana hitam mengisyaratkan bahwa dijaman itu tanah sudah sangat buruk untuk ditinggali. Walaupun tanah yang berwarna gelap akan semakin bagus, hal itu tidak berlaku lagi. Digambarkan di lukisan tersebut bahwa dengan tanah yang terlihat baik pohon yang tumbuh terlihat buruk. Situasi tanah tersebut memiliki arti bahwa bagaimanapun keadaannya bagaimanapun situasinya pohon tetap berusaha untuk hidup dan memberikan yang terbaik. Walaupun tanah yang ditempatinya tidak memiliki zat yang bermanfaat pohon tetap berusaha tumbuh walaupun semampunya.

Langit yang berwana oranye mengisyaratkan bahwa situasi udara dan cahaya pada zaman itu sangat buruk untuk makhluk hidup. Di gambarkan akibat dari situasi pada zaman itu adalah pohon yang tidak memiliki daun dimana daun memiliki fungsi untuk berfotosintesis sehingga pohon tersebut dapat hidup dengan normal. Tetapi apa daya kondisi yang tidak memungkinkan maka pohon tersebut tak memiliki daun.

Pohon dengan warna coklat yang pekat identik dengan penggambaran bumi sehingga tangan yang berada di sekelilingnya menjadi penggambaran perbuatan umat manusia yang menyebabkan bumi menjadi layaknya pohon tak berdaun.

Tangan kiri pojok atas kiri dengan latar belakang berwarna biru. Obyek dan gambar biru pada dasarnya dapat menciptakan perasaan yang dingin dan tenang. Warna Biru juga dapat menampilkan kekuatan teknologi, kebersihan, udara, air dan kedalaman laut. Kesatuan objek ini menggambarkan bahwa terdapat orang memiliki perasaan tenang dan dingin yang ingin mengembangkan teknologi dimana teknologi tersebut mampu untuk meringankan beban yang ditanggung oleh alam. Tetapi hasil yang  diberikan belum cukup untuk merubah keadaan yang ada. Belum terlihat perubahan atas kerja kerasnya. Harapannya, langkah kecil pasti mampu untuk membuat perubahan di masa depan adalah kunci dari usaha usahanya selama ini.

Tangan yang berada di pojok kiri bawah dengan background warna ungu. Objek dan gambar ungu pada dasarnya menciptakan kesan spiritual yang tinggi. Kesatuan objek ini menggambarkan bahwa di dunia ini terdapa orang yang memiliki tingkat spiritual yang tinggi mereka berdoa akan perubahan yang terjadi di dunia ini ke arah yang lebih baik bagi mereka. Tetapi usaha yang telah dilakukannya belum menampakkan hasil yang memuaskan.

Kemudian tangan dengan background hijau. Menunjukkan warna bumi, penyembuhan fisik, kelimpahan, keajaiban, tanaman dan pohon, kesuburan, pertumbuhan, muda. Sehingga kesatuanobjek dan warna hijau pada lukisan tersebut mengisyaratkan usaha usaha yang telah dilakukan oleh gerakan gerakan pecinta alam yang mengusahakan keasrian alam.

Kemudian tangan dengan background coklat. Menunjukkan Persahabatan, kejadian yang khusus, pemikiran yang materialis, reliabilitas, kedamaian, produktivitas, praktis, kerja keras. Sehingga kesatuan objek dan warna coklat pada aspek tersebut memeberikan pengertian bahwa terdapat orang yang materialis, memiliki produktivitas, dan pekerja keras tidak merubah kondisi alam yang telah ada. Umumnya pekerja keras ini memiliki suatu tujuan sehingga terkadang menyebabkan hal yang lain terbengkalai. Yang digambarkan pada lukisan tersebut adalah rusaknya alam karena materialis si coklat.

Tangan dengan background merah. Melambangkan kesan energi, kekuatan, keberanian, simbol dari api, pencapaian tujuan, darah, resiko, perjuangan, perhatian, perang, bahaya, kecepatan, panas, kekerasan. Sehingga kesatuan objek dan warna merah pada lukisan tersebut memberikan kesan bahwa terdapat orang yang memiliki kekuatan untuk mencapai tujuannya dengan menerjang konsekuensi dari resiko yang akan timbul dari perbuatannya. Salah satu konsekuensinya adalah alam akan terkena pengaruh dari usaha usahanya sehingga memperparah keadaan. Dalam lukisan itu juga diceritakan di dunia ini terdapat orang yang memiliki ambisi kuat sehingga mendorong orang lain untuk ikut dalam memenuhi ambisinya seperti yang digambarkan pada lukisan tersebut ambisi dari si merah adalah merawat alam dan berbagai orang dengan latar belakang mencoba mengulurkan tangannya.


Lebih lengkapnya lihat disini


Sekian

Iklan

2 comments on “Apresiasi Seni Rupa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: